Dampak Pengeluaran Pemerintah terhadap Konsumsi dan Investasi: Perspektif Keynesian dan Real Business Cycle

Authors

  • Annisa Fitri Politeknik Negeri Lampung
  • Estu Sri Luhur Balai besar riset sosial ekonomi kelautan dan perikanan
  • Devi Agustia Universitas Teuku Umar
  • Annisa Alifa Ramadhani Politeknik Negeri Jakarta

Keywords:

investasi, konsumsi, model RBC, pengeluaran pemerintah, teori Keynesian

Abstract

Ketidakpastian ekonomi global dan keterbatasan efektivitas kebijakan moneter menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana kebijakan fiskal, khususnya pengeluaran pemerintah, mampu mendorong konsumsi dan investasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengeluaran pemerintah terhadap konsumsi rumah tangga dan investasi swasta di Indonesia dalam perspektif teori Keynesian dan model Real Business Cycle (RBC). Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif, studi ini memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Keuangan untuk periode 2020–2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam pendekatan Keynesian, peningkatan belanja pemerintah cenderung berdampak positif terhadap konsumsi dan permintaan agregat, meskipun berpotensi menurunkan investasi akibat efek crowding out. Sebaliknya, dalam perspektif RBC, pengeluaran pemerintah dipandang dapat mengurangi konsumsi karena ekspektasi kenaikan pajak di masa depan, tetapi justru mendorong peningkatan investasi jangka panjang akibat pertumbuhan produktivitas dan kapital. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pemilihan pendekatan teoritik yang tepat dalam merancang kebijakan fiskal agar dampaknya terhadap perekonomian lebih optimal.

Downloads

Published

2025-08-29

How to Cite

Fitri, A., Luhur, E. S., Agustia, D., & Ramadhani, A. A. (2025). Dampak Pengeluaran Pemerintah terhadap Konsumsi dan Investasi: Perspektif Keynesian dan Real Business Cycle. Jurnal Ekonomi, Lingkungan, Energi, Dan Bisnis (ELEGIS), 2(2), 49–57. Retrieved from https://elegis.universitaspertamina.ac.id/index.php/ELEGIS/article/view/41